Custom Search

PEMENTASAN TEATER TRADISIONAL
“KISAH PERJUANGAN RAJA RAYA,

TUAN RONDAHAIM SARAGIH”

 

DIHAR BEGU (SILAT HARIMAU)

TUAN RONDAHAIM AKAN DITAMPILKAN

pementasan-teater-tradisonal-kisah-perjuangan-rondahaim

Berita Media: Metro Siantar tentang Rencana Pementasan Teater Tradisional Kisah Perjuangan Rondahaim

Sanggar Budaya SimalungunMETRO SIANTAR, Dalam rangka mensosialisasikan kisah perjuangan Raja Raya, Tuan Rondahaim Saragih yang sudah diusulkan menjadi pahlawan nasional, Sanggar Budaya Rayantara kembali akan melaksanakan pementasan di Museum Simalungun Pematangsiantar, Kamis (10/11) mendatang bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Sutradara pementasan, Sultan Saragih dan advisor Opung Raminah Garingging kepada METRO SIANTAR, senin (10/10) mengatakan pementasan kisah Raja Raya Tuan Rondahaim Saragih merupakan bagian dari upaya untuk mengenalkan sosok tokoh Tuan Rondahaim Saragih kepada generasi muda. Sikap tegas tanpa kompromi kepada penjajah sepanjang hidup merupakan sikap teladan Tuan Rondahaim Saragih.

Dijelaskan Sultan, alur cerita pementasan kedua ini tidak jauh dari cerita saat pementasan pertama. Tetapi telah dilengkapi dengan penambahan kisah Tuan Rondahaim belajar dihar (silat) dari Begu (Harimau) yang menjadi tunggangannya.

Istana Tuan Rondahaim Saragih di Pematang Raya suatu malam didatangi Begu (harimau). Di halaman istana, Begu (harimau) tersebut menyampaikan tanda tanda melalui gerakan tubuh mirip tarian yang kemudian dipelajari menjadi dihar (silat) oleh Tuan Rondahaim. Belajar dari gerakan tubuh Begu (Harimau) tersebutlah muncul jurus yang disebut dihar Begu (jurus harimau).

Melalui komunikasi batin, Begu ternyata menyampaikan pesan kepada raja, bahwa akan ada serangan menuju kerajaan dari luar. Ternyata serangan itu muncul dari musuh manusia yang disebut Silopak Mata (Belanda).

Setelah mendapat pesan, Tuan Rondahaim Saragih mengumpulkan seluruh penghuni Rumah Bolon (istana), panglima dan upas (prajurit) untuk mengatur strategi melawan musuh. Seluruh jalan masuk yang memungkinkan ditempuh musuh menuju Rumah Bolon (istana) ditutup. Pohon pohon di wilayah Gunung Simarsolpah (Raya Kahean saat ini) ditebangi untuk menghambat pergerakan musuh hingga pasukan Belanda mundur, dikenal dengan nama pangolatan.

Jebakan dipasang di wilayah Huta Iling (perbatasan Raya – Panei sekarang) serta pasukan Upas disiapkan jika sewaktu waktu musuh mendekat. Dalam beberapa pertempuran, pasukanTuan Rondahaim Saragih berhasil merepotkan Belanda dan memukul mundur pasukannya.

“Kita rencanakan kisah Tuan Rondahaim Saragih menjadi agenda pertunjukan rutin setiap tahunnya, tetapi itu juga berpulang kepada kita semua, pendukung pertunjukan tradisi termasuk pemerintah terhadap upaya memperlihatkan tokoh pahlawan sejarah yang kita lakukan” kata Sultan Saragih.

Pementasan dilaksanakan pada hari Kamis, 10 November 2016 pukul 19.30 di Gedung Kesenian Museum Simalungun Jl. Sudirman No. 20 Pematangsiantar, dengan harga tiket pertunjukan Rp. 20.000. Penonton yang berminat dapat menghubungi bagian tiketing Mardi Purba Dasuha Hp. 085668444664, Rido Hp. 085760511114 dan Sonny Bonata Purba Hp.082166432313.