Panca I. Saragih Pencipta Lagu Simalungun Fenomenal
dan Produktif

Panca I. Saragih: Pencipta Lagu Simalungun Fenomenal dan Produktif
Neosimalungunjaya.com – Panca I. Saragih memulai kiprahnya sebagai pencipta lagu tahun 1998, dengan karya pertamanya berjudul; “Tading I Huta,” yang dinyanyikan oleh Jhon Kariando Purba, diproduksi oleh Darman Saragih. Ia mengaku memang bercita-cita menjadi penyanyi dan pencipta lagu. Keinginan kuat tersebut menurutnya dipengaruhi ‘darah’ seni yang mengalir dalam keluarganya, salah satu namborunya merupakan seorang penari. Sejak kecil ia memang sudah suka mendengar lagu-lagu Simalungun dan yang berhubungan dengan seni tradisi Simalungun. Maka tak heran jika kemudian terbukti ia disebut beberapa kalangan sebagai pencipta lagu produktif dan fenomenal. Kenapa?
Bayangkan saja, dalam kurun waktu 18 tahun Panca I Saragih telah mencipta 200-an lebih lagu Simalungun. Prestasi ini telah menyamai kehebatan pencipta lagu Simalungun yang lebih senior yakni Sarudin Saragih Simarmata. Selain itu, judul lagu atau tema yang biasa Panca I. Saragih angkat pun sangat disukai generasi muda dan masyarakat umum. Dan ada pula lagu yang sengaja ia ciptakan untuk keperluan pesta adat pernikahan dan kemalangan, jadi tepatlah jika dikatakan Panca I. Saragih pintar membaca selera pasar. Inilah salah satu lagu yang disukai para anak muda: “Abang Ganteng” yang dinyanyikan pertama kali oleh Susi boru Purba tahun 2006 dan diproduksi oleh PT Moment Record, Medan.
Dikatakan pencipta lagu fenomenal dan produktif karena, lagu “Abang Ganteng” ciptaannya telah menarik minat artis di luar suku Simalungun untuk dialihbahasakan ke dalam bahasa: Toba, Karo, Minang, Aceh, Melayu, Jawa, Mandailing dan Nias.

Trio Arsima
Memperkaya Khasanah Lagu Simalungun
Panca I. Saragih merasa perlu mencipta lagu Simalungun secara khusus untuk kebutuhan acara pesta adat pernikahan dan acara adat lainnya. Ia tergerak melakukannya karena koleksi lagu Simalungun yang biasa dinyanyikan dalam pesta adat hanya itu-itu saja – tidak ada karya baru. Maka lahirlah lagu: “Tias,” yang pertama kali dinyanyikan oleh Trio Arsima (2006), Produksi PT Moment Record, Medan. Dan, Panca I. Saragih merupakan salah satu personilnya. Kemudian lagu ini dinyanyikan pula oleh Dewita Purba dan Susi Purba. Memang, kemudian lagu ini kerap dinyanyikan oleh masyarakat Simalungun yang sedang melakukan pesta adat pernikahan Simalungun.
Masih ada lagu lain yang sering dinyanyikan juga, yakni: “Holong Mangalop Holong,” dinyanyikan pertama kali oleh Icha Girsang, produksi Panca Production Record (2013). Lagu lainnya yang biasa dinyanyikan di pesta-pesta adat Simalungun adalah “Salimborbor”.
Kepuasaan Seorang Pencipta Lagu
Panca I. Saragih mengakui bahwa ia merasa mendapatkan kepuasan mencipta lagu ketika lagu tersebut diminati banyak orang, dinyanyikan dengan baik, dan ketika lagu itu akan dinyanyikan, nama penciptanya turut disebut juga. Bagi seorang pencipta lagu, apresiasi tertinggi yang mereka dapatkan adalah bila nama mereka (pencipta lagu) disebut sebelum lagu dibawakan atau diputar di radio-radio.
“Jadi tidak hanya nama penyanyi dan judul lagu saja yang disebut, nama pencipta juga layak dan pantas disebut,” ujarnya.
“Aima ulihni pencipta lagu,” tegasnya sekali lagi. Merupakan kepuasan pencipta lagu bila nama mereka disebut orang.
Panca I. Saragih bertekad akan memperkaya wibawa lagu Simalungun di wilayahnya sendiri. Dan bila lagu-lagunya banyak dinyanyikan oleh para penyanyi dan diterima dengan baik oleh masyarakat Simalungun dan umum (suku lainnya), maka harapannya telah terwujud.

Album Produksi Panca Production Record
Strategi Mencipta Lagu ala Panca I. Saragih
Menurut Panca I. Saragih, masyarakat Simalungun pada umumnya menyukai lirik lagu yang unik, enak didengar, irama atau inggou Simalungunnya tetap ada, namun nuansa kekiniannya juga mesti menonjol. Itulah ramuan yang dikomposisikan Panca I. Saragih dalam mencipta lagu. Selama lirik, syair itu tidak menyinggung orang lain, maka kemungkinan lagu tersebut dapat diterima masyarakat luas, dan tak tertutup kemungkinan juga ‘telinga’ saudara kita di luar Simalungun pun akan menerimanya.
Karena itu, kerap dalam lagu ciptaannya, ia memakai istilah-istilah populer yang lagi trend di kalangan anak muda, sehingga hasilnya mudah diterima masyarakat. Menurutnya inilah strategi unik yang diterapkannya. Bukan berarti ia akan menghilangkan keunikan inggou Simalungun, atau merubah seenaknya ‘kata-kata’ dalam bahasa Simalungun, “Tidak.” Tegas Panca I. Saragih.
“Lagu itu mesti dapat diterima oleh semua genre usia dan kalangan,” terangnya, membeberkan rahasia pribadinya dalam mencipta lagu.
Ia juga tidak menyangka, bila lagu: “Abang Ganteng” sudah masuk dalam koleksi lagu yang biasa dinyanyikan dalam klub karaoke di Medan dan sekitarnya.
Pencipta Lagu Fenomenal
Kemampuannya sebagai pencipta lagu Simalungu yang telah menghasilkan 200-an lagu, akhirnya diakui para kolega dan teman-temannya. Buktinya, lagu ciptaannya telah dialihbahasakan ke daerah lain, dan ia pun kerap diminta membuat lagu untuk kebutuhan para penyanyi atau produser kenalannya. Ada sekitar 15 lagu yang telah ia lepas, sebagai pesanan khusus kliennya, tentu dengan perjanjian ‘bukan atas namanya’ lagi karya tersebut.
Bakatnya sebagai pencipta lagu telah terlihat ketika 10 lagu karyanya dibawakan oleh Trio Arsima dalam album perdana mereka – Produksi PT Moment Record (2013/4). Dan dalam album itu nyatanya 2 lagu: “Sibolis Na Bujur dan Tias,” telah begitu populer di tengah masyarakat.
Antara Pencipta, Lagu, dan Penyanyi
Hubungan antara pencipta lagu, lagu dan penyanyi sangat erat dan menentukan. Misalnya, bila lagu baru (yang bagus) biasanya akan dapat mengangkat popularitas si penyanyi baru. Di sisi lain, bila lagu baru tergolong biasa saja, namun bila dibawakan penyanyi yang sudah terkenal, maka lagu tersebut akan terangkat dengan sendirinya.
Berdasarkan pengalaman pribadi Panca I. Saragih, ia mengakui bahwa antara elemen: ‘pencipta lagu,’ ‘lagu’ dan ‘penyanyi’ memang memiliki hubungan kimia yang saling memengaruhi bila ingin meraih kesuksesan. Ketika ia mendengar dan menyaksikan seorang penyanyi muda di panggung pesta adat atau panggung lainnya, maka ia akan memperhatikan warna suara, karakter si penyanyi lalu ia akan mencipta lagu khusus untuk si penyanyi tersebut. Tips ini selalu ia lakukan dan berhasil.
Sebagai pencipta lagu, Panca I. Saragih memiliki ambisi agar blantika musik Simalungun semakin tangguh, dapat menjadi tuan di rumahnya sendiri dan diminati semua kalangan. Pasti bisa! (Admin NSJ: David Ezsar Purba)